Ini Mula Haldy Sabri Terseret Kasus Adegan Dewasa Film Ratu Sofya
Haldy Sabri, suami Irish Bella ikut terseret dalam kasus antara Ratu Sofya dan produser dan co-produser film Dosa: Penebusan atau Pengampunan, Reza Aditya dan Putri Masyita. Laporan tersebut dilayangkan Ratu Sofya ke Polda Metro Jaya karena merasa nama baiknya dicemarkan usai Reza Aditya memberikan pernyataan terkait polemik honor dan promosi film.
Pelaporan ini sontak menyeret rumah produksi film Dosa: Penebusan atau Pengampunan yang merupakan milik suami Irish Bella, Haldy Sabri. Haldy Sabri diketahui merupakan pemilik diketahui adalah pemilik HAS Creative Production, perusahaan media yang menaungi kanal YouTube populer seperti PWK (Podcast Warung Kopi) dan rumah produksi.
Mulanya, kasus ini berawal dari somasi rumah produksi pada Ratu Sofya yang tak mau ikut promosi film meski dirinya pemeran utama. Reza Aditya sebagai produser mengatakan, selama proses produksi tak ada protes dari Ratu Sofya. Bahkan disebutkan Ratu Sofya tampat bahagia dan nyaman menjalani proses syuting.
"Padahal sebelum masalah ini terjadi, saudari RS ini dari awal proses casting, dari reading, dan dari proses syuting, dia sangat fun dan sangat nyaman di lokasi syuting. Dan tidak ada keresahan yang kita terima, tidak ada komplain yang kita terima juga," jelasnya.
Lebih lanjut, soal adegan dewasa yang diprotes oleh Ratu Sofya, Reza pun membenarkan. Namun, Reza memberikan penjelasan terkait adegan dewasa tersebut tidak dibuat secara vulgar.
"Nah, yang RS ini yang lempar isu kalau memang ada adegan sex scene di film kita. Memang benar, tapi kita juga tidak sangat mengekspos itu karena bukan cuma sekadar sex scene yang kita mau tampilin di film," tutur Reza.
"Ini ada filosofinya, ini ada ceritanya. Bukan kita ngejual, 'Oh, ini karena ada adegan sex scene jadi kita jualan nih film', nggak gitu. Kita juga bikinnya masih dengan batas-batas yang ya kita tahulah batasnya, enggak vulgar dan tidak mengarah ke pornografi," lanjutnya.
Ratu Sofya sebelumnya berbincang di sebuah podcast mengenai pengalamannya dalam syuting di film tersebut.
"Gue harus main film yang ada adegan nggak pantes untuk mendapatkan bayaran besar," kata Ratu Sofya kala itu.
Ratu Sofya juga mengungkap bahwa selama syuting tidak ada intimacy coordinator yang mendampingi adegan intim serta tidak disediakannya body double.
Hingga saat ini, kasus antara rumah produksi film Dosa: Penebusan atau Pengampunan dan Ratu Sofya masih bergulir di kepolisian.
(dis/KHS)