Kreator TikTok Xander Akhirnya Minta Maaf Usai Dikecam Gegara Konten 'Plenger'
Kreator TikTok dengan nama pengguna @violettaaxandrea atau dikenal dengan nama Xander belum lama ini menuai kecaman keras dari publik terkait konten 'plenger' yang ia buat.
Pasalnya, ekspresi 'plenger' yang dengan sengaja ia tampilkan dalam konten-konten tersebut dinilai telah menyinggung anak berkebutuhan khusus (ABK). Kreator konten Sadam Permana pun turut mengecam konten yang diunggah oleh Xander.
"Ini nggak lucu sama sekali dan bukan bahan candaan. Sebagai pemilik tick disorder, jujur ini sangat menyinggung aku pribadi," kata Sadam dalam unggahannya, dikutip Rabu (3/6).
Sebelumnya, video Xander yang menunjukkan ekspresi 'plenger' dengan cara membuat ekspresi aneh viral di media sosial. Tak sedikit netizen yang menilai bahwa Xander telah membuat candaan sensitif terkait orang dengan kebutuhan khusus.
|
Baca Juga : Apa Arti Plenger? Bahasa Gaul yang Lagi Viral
|
Netizen menilai bahwa Xander telah membuat stereotipe negatif terkait orang-orang dengan kebutuhan khusus lewat deretan konten tersebut. Setelah ramai mendapatkan kecaman, Xander kini telah merilis permintaan maaf melalui TikTok pribadinya.
Lewat pernyataan itu, Xander mengungkapkan bahwa konten 'plenger' yang ia buat tak bertujuan merendahkan anak berkebutuhan khusus atau pun penyandang disabilitas apa pun.
"Konten ini tidak dibuat dengan tujuan merendahkan, mengejek, atau mendiskriminasi anak berkebutuhan khusus maupun penyandang disabilitas dalam bentuk apa pun," tulis Xander dalam pernyataan itu.
"Jika terdapat bagian yang menimbulkan kesalahpahaman atau ketidaknyamanan, sekali lagi aku menyampaikan permintaan maaf," tambahnya.
Xander juga menuturkan bahwa seluruh konten miliknya dibuat dengan tujuan hiburan semata dan tidak untuk menyinggung orang lain.
Ia kemudian menegaskan bahwa dirinya selalu menghormati setiap individu termasuk ABK, serta mendukung terciptanya lingkungan inklusif dan saling mernghargai. Ia pun menjadikan kecaman yang diterima sebagai pembelajaran untuk ke depannya.
"Masukan dan kritik yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi agar ke depannya aku dapat lebih berhati-hati dalam menyampaikan konten," pungkas Xander.
(asw)