Erin Ogah Minta Maaf Usai Dituding Lakukan Kekerasan ke ART: Fitnahnya Keterlaluan
Kasus dugaan kekerasan terhadap asisten rumah tangga (ART) yang menyeret nama Rien Wartia Trigina alias Erin hingga kini masih menuai perhatian publik. Mantan istri Andre Taulany itu pun diketahui telah membantah keras tudingan tersebut.
Sebelumnya, mantan ART Erin, Hera, diketahui telah membuat laporan ke polisi atas dugaan kekerasan yang dilakukan Erin. Tak sampai di situ, Hera juga sempat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI.
Hasilnya, Erin diminta menangguhkan laporan balik yang ia buat terhadap Erin lantaran tak terima dirinya dituding telah melakukan kekerasan. Tak sampai di situ, Erin juga dengan tegas membantah bahwa dirinya telah melakukan tindak kekerasan terhadap Hera.
"Saya nggak pernah sentuh pun. Paling cuma, 'Hera, sini, kamu kayak gini-gini'. Cuma kayaknya dia ada sakit hati terus ada dalang di balik ini, karena saya suka tegur dia mungkin, karena memang dia dia ingin saya ganti," kata Erin pada konferensi pers beberapa waktu lalu, dikutip Jumat (22/5).
Ia menekankan jika benar Hera mengalami tindakan kasar selama bekerja, tentunya ART lain yang bekerja kepada Erin akan mengeluhkan hal yang sama. Namun Erin membuktikan bahwa tak ada pekerja lain yang mengalami hal itu.
Erin kemudian enggan berdamai dengan Hera karena sudah merasa menjadi korban fitnah terkait tudingan kekerasan terhadap ART. Apalagi muncul isu yang menyebut bahwa dirinya sudah melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam.
"Maaf mohon maaf saya bukannya nggak mau damai, tapi nama baik saya sudah rusak apalagi dengan fitnahan seperti ini. Teman-teman saya semua jadi menilai saya 'Oh Erin kok begitu ya?'. Maksudnya ini framing-nya sudah sangat jelek buat saya, sangat memojokkan," tutur Erin.
Mantan istri Andre Taulany itu pun mengaku ogah meminta maaf kepada Hera. Menurutnya, meminta maaf berarti mengakui bahwa tindakan kekerasan yang dituduhkan kepadanya benar terjadi.
Erin pun memilih untuk tetap melanjutkan proses hukum terhadap Hera untuk memberikan efek jera.
"Kalau saya oke minta maaf, berarti saya mengakui dong kalau saya tuh melakukan hal ini. Nggak dong, saya harus mempertaruhkan keadilan. Nggak bisa dong saya difitnah begini," ujar Erin.
"Saya mau menempuh proses hukum. Biarkan proses hukum itu bekerja sesuai fakta, biar ada efek jera. Saya sudah bikin laporan fitnah dan pencemaran nama baik dan undang-undang ITE-nya, ada dua laporan di Polres Metro Jakarta Selatan," pungkasnya.
(asw)