Sebelum Ibunda Meninggal, Kakak Fedi Nuril Sudah Punya Firasat
Duka mendalam tengah dirasakan keluarga Fedi Nuril, usai sang ibunda, Gusmawati Nuril meninggal dunia pada Selasa (19/5). Ternyata, Nanda Nuril, adik Fedi Nuril mengaku sempat memiliki firasat sebelum ibundanya meninggal dunia.
Nanda mengatakan ibundanya sempat menunjukkan tanda-tanda akan pergi menghadap Sang Pencipta. Hal tersebut terjadi beberapa waktu saat Nanda dan mendiang ibundanya sedang berbincang.
Kala itu, Nanda menyebut ibundanya tiba-tiba saja menyinggung almarhumah kakaknya yang telah meninggal dunia sekitar dua bulan yang lalu.
Nanda menyebut ibundanya dan kakaknya itu memang sangat dekat. Tiba-tiba saja, sang ibunda berceletuk ia merasa wajahnya mirip dengan mendiang kakaknya.
"Singkat cerita, jadi mama, kakaknya mama baru berpulang 63 hari yang lalu. Mereka dekat banget kayak anak kembar," cerita Nanda Nuril.
"Aku lagi ngobrol sama mama, 'Ih, mama mirip Manin.' 'Iya, mama ngaca juga, ih, mirip Nini aku,'" sambungnya.
Mendengar ucapan sang ibunda, sontak saja Nanda merasakan firasat yang aneh. Namun, ia hanya memendam perasaan aneh itu di dalam hati.
Tak disangka, kerinduan sang ibunda dengan kakaknya menjadi penanda untuk menyusul menghadap Sang Kuasa.
"Itu udah firasat tuh. 'Mama mau pulang juga nih nyusul Manin?' Tapi ngebatin aja gitu. Eh bener, nyusul," ungkapnya.
Nanda pun mengatakan bahwa ibundanya merupakan sosok yang jarang mengeluh soal sakitnya bahkan, saat jatuh sakit, sang ibunda tetap terlihat kuat di depan anak-anaknya.
Kakak Fedi Nuril itu menyebut ibundanya sempat didiagnosis mengalami kelumpuhan pita suara sebelah. Namun tak disangka, diagnosis itu mengantarkan sang ibunda ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Nanda pun menceritakan detik-detik sebelum sang ibunda menghembuskan napas terakhirnya. Kala itu, Nanda berusaha untuk memindahkan sang ibunda dari kursi ke sofa.
"Yang membuat beliau pulang itu, kesedak air putih. Di situ momen yang... yang udah sering juga," cerita Nanda.
"Mama tuh meninggal di kursi. Aku berdoa, 'Ya Allah, beri aku kekuatan untuk mindahin mama ke sofa.' Alhamdulillah dapat kekuatan, aku gendong, aku taruh di sofa," lanjutnya.
Melihat kondisi sang ibunda yang kian kritis, Nanda pun berusaha menghubungi sang adik, Fedi Nuril.
"'Lo di mana, Fed?' 'Udah dekat gue, Bang.' Pas datang, Fedi nggak banyak nanya, langsung masuk rumah, bahkan nggak buka sepatu," papar Nanda.
"Pas mama ngelepas napas terakhir itu aku inget azan Asar. Jam formal kepastian dokter 15.53," ungkapnya.
Setelah dokter memastikan bahwa sang ibunda telah tiada, tangis Fedi Nuril dan Nanda langsung pecah.
"Begitu dapat konfirmasi, 'Iya Ibu udah nggak ada.' Itu baru aku berdua pelukan, nangis," pungkasnya.
(kpr/and)