Advertisement

Pesulap Merah Duga Adanya Praktik Jual Nama Artis Agar Orang Tertarik Pesugihan

Insertlive | Insertlive
pesulap merah
Pesulap Merah Duga Adanya Praktik Jual Nama Artis Agar Orang Tertarik Pesugihan / Foto: dok Instagram marcelradhival1
Jakarta -

Pesulap Merah menyampaikan pernyataan terkait konten adanya praktik pesugihan di Gunung Kawi.

Dalam pernyataannya, Pesulap Merah juga menyinggung perihal nama Sarwendah yang disebut-sebut sebagai salah satu sosok artis dalam praktik pesugihan tersebut.

Nama Sarwendah pun tak asal muncul begitu saja. Pesulap Merah berujar bahwa nama itu tercetus berdasarkan hasil wawancara bersama seorang kuncen Gunung Kawi.

Pesulap Merah pun sebetulnya ingin mengklarifikasi langsung terkait kebenaran informasi tersebut ke Sarwendah.

Advertisement

Pasalnya, Pesulap Merah menduga kedatangan Sarwendah ke Gunung Kawi bisa saja hanya untuk keperluan syuting.

"Saya ragu, kemungkinan apa jangan-jangan dia datang ke sana memang syuting doang dan memang di syutingnya itu ada adegan gitu kali, mungkin. Terus disalahartikan," kata Pesulap Merah.

Pesulap Merah pun menjelaskan bahwa kemungkinan maksud kunjungan artis untuk kepentingan lain itu yang kemudian disalahpahami sebagai praktik ritual pesugihan.

"Disalahartikan bahwa itu ritual. Mungkin. Kan saya juga nggak tahu kebenarannya gimana. Itu karena pernyataan si kuncennya doang," ujarnya.

Pria bernama asli Marcel Radhival itu lantas berharap pihak-pihak yang namanya ikut terseret, bisa memberikan klarifikasi langsung agar pernyataan dari kuncen Gunung Kawi tidak menjadi bola liar di masyarakat.

"Saya ke sana cuma liburan kok. Saya ke sana cuma pengen belajar budaya aja. Mungkin mau klarifikasi kayak gitu, ya nggak masalah juga, bisa kontak saya. Saya nggak memihak satu orang atau satu sisi doang," ungkapnya.

Selain itu, Pesulap Merah menaruh harapan besar agar hal ini bisa memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat.

Ia merasa perlu membuka mata publik soal adanya praktik penjualan nama artis hingga tokoh politik terjadi yang bertujuan menarik minat orang untuk tergiur melakukan pesugihan.

"Nah ini kan jadi malah hal yang positif. 'Oh jadi kita tahu, berarti kuncen-kuncen sana menjual nama-nama itu untuk orang-orang yang datang ke sana.' Kalau itu nggak ketahuan selama ini, berapa banyak orang yang datang ke sana terus percaya bahwa artis ini pernah ke sini, politikus ini pernah ke sini," katanya.

"Bisa jadi ke sana memang mungkin liburan doang. Kayak saya kan ke sana juga. Tapi kan nggak ritual-ritual. Nggak percaya pesugihan," tutupnya.

(ikh/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement