Virus Mematikan di Kapal Pesiar Jadi Sorotan, Hantavirus Sebabkan Istri Gene Hackman Meninggal
Kasus penyebaran Hantavirus Pulmonary Syndrome di kapal pesiar mewah kembali menghebohkan dunia. Virus yang ditemukan di kapal MV Hondius itu dilaporkan telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia selama perjalanan di Samudra Atlantik.
Menurut laporan World Health Organization atau WHO, sejauh ini terdapat delapan kasus yang terdeteksi. Lima di antaranya sudah dipastikan positif, sementara tiga lainnya masih berstatus dugaan.
Kasus ini semakin menarik perhatian publik karena jenis virus yang sama sebelumnya juga sempat dikaitkan dengan meninggalnya Betsy Arakawa, istri aktor peraih Oscar Gene Hackman.
Media Entertainment Weekly melaporkan hasil autopsi menunjukkan Betsy Arakawa meninggal akibat Hantavirus Pulmonary Syndrome di rumah mereka di kawasan Santa Fe pada pertengahan Februari 2025.
Sementara itu, Gene Hackman disebut meninggal karena penyakit kardiovaskular yang diperparah komplikasi alzheimer.
Pihak berwenang juga menemukan adanya sarang tikus dan jejak kotoran hewan pengerat di rumah pasangan tersebut. Kondisi itu diduga menjadi sumber penyebaran virus.
Meski sama-sama berkaitan dengan hantavirus, pola penularan kasus di kapal pesiar berbeda dengan yang dialami Betsy Arakawa.
Dalam kasus Arakawa, penularan diduga terjadi akibat paparan langsung kotoran tikus yang mengandung virus. Namun, WHO menduga wabah di kapal pesiar kemungkinan menyebar antarmanusia, sesuatu yang sangat jarang terjadi pada jenis virus ini.
Menurut penjelasan Centers for Disease Control and Prevention atau CDC, hantavirus biasanya menular melalui urine, air liur, maupun kotoran tikus. Virus tersebut dapat memicu gangguan paru-paru serius hingga demam berdarah yang berbahaya bagi ginjal.
Perjalanan kapal MV Hondius sendiri dimulai dari Ushuaia pada 1 April. Korban pertama meninggal dilaporkan pada 11 April saat kapal masih berada di tengah laut.
Ketika kapal tiba di St. Helena pada 24 April, sejumlah penumpang sempat turun ke daratan bersama jenazah korban.
Korban kedua kemudian meninggal dunia di Afrika Selatan setelah melakukan penerbangan dari pelabuhan tempat kapal bersandar. Sementara korban ketiga dilaporkan meninggal di atas kapal pada 2 Mei lalu.
Saat ini kapal tersebut masih berada dalam pengawasan ketat otoritas kesehatan internasional. Rencananya, MV Hondius akan menuju Tenerife untuk pemeriksaan medis lanjutan terhadap para penumpang dan awak kapal.
(yoa)