Sosok dan Kekayaan Arifah Fauzi, Menteri PPPA yang Sarankan Gerbong Belakang Diisi Pria
Nama Arifah Fauzi tengah jadi sorotan publik usai pernyataannya terkait posisi penumpang dalam rangkaian kereta menuai kontroversi.
Di balik polemik tersebut, sosoknya dikenal sebagai aktivis perempuan yang kini menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Arifah Fauzi lahir di Bangkalan, Jawa Timur, pada 28 Juli 1969. Ia memiliki latar belakang kuat di organisasi keagamaan, khususnya Nahdlatul Ulama (NU).
Kariernya terbilang panjang, mulai dari Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), hingga kini menjabat Ketua Umum PP Muslimat NU periode 2025-2030. Ia juga sempat aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta terlibat dalam berbagai gerakan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Di dunia profesional, Arifah tak hanya dikenal sebagai aktivis dan politikus. Ia juga pernah menjadi produser program televisi seperti Syair Dzikir di TPI dan Hikmah Pagi di TVRI.
Bahkan, ia pernah menjadi show manager untuk konser kolaborasi musisi internasional. Karier politiknya semakin menanjak setelah dipercaya menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional pada Pilpres 2024, sebelum akhirnya dilantik sebagai Menteri PPPA pada 21 Oktober 2024 di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Namun, perhatian publik terbaru tertuju pada pernyataannya saat menanggapi kecelakaan kereta di Bekasi. Ia menyarankan agar perempuan ditempatkan di gerbong tengah, sementara laki-laki berada di bagian depan dan belakang.
"Jadi yang laki-laki di ujung, yang depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah," kata Arifah pada awak media saat ditanya soal penanggulangan kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur.
Pernyataan tersebut memicu perdebatan karena dinilai bias gender dan berpotensi menempatkan laki-laki dalam posisi lebih berisiko saat kecelakaan.
Tak sedikit pula yang menyindir soal pernyataan Arifah karena dianggap hanya membuat masalah baru dan bukan menjadi solusi terbaik dalam penanganan kecelakaan.
Di luar kontroversi, harta kekayaan Arifah Fauzi ikut menuai sorotan. Berdasarkan laporan LHKPN terbaru tahun 2025, total kekayaannya mencapai sekitar Rp12,5 miliar.
Dari jumlah tersebut, ia diketahui memiliki sejumlah aset, termasuk koleksi kendaraan. Salah satu yang paling menonjol adalah mobil Toyota Land Cruiser tahun 1997 dengan nilai sekitar Rp300 juta. Selain itu, total terdapat lima kendaraan yang tercatat dalam laporan kekayaannya.
Hingga kini, Arifah belum memberikan klarifikasi soal pernyataan kontroversialnya. Sementara Dirut PT KAI menyebutkan bahwa pihaknya akan tetap memprioritaskan keamanan dan keselamatan seluruh penumpang tanpa melihat gender.
"Kami tidak membedakan gender laki-laki dan perempuan. Bagi kami PT Kereta Api Indonesia keselamatan adalah nomor satu. Tidak ada toleransi, tidak ada kompromi, baik pelanggan perempuan maupun laki-laki," kata Bobby, dikutip dari CNNIndonesia.
(dis/fik)