Advertisement

Haru Dedi Mulyadi Nyanyi 'Tersesat', Lagu Ciptaannya yang Dipopulerkan Charly Van Houten

Insertlive | Insertlive
Charly Van Houten dan Kang Dedi Mulyadi
Haru Dedi Mulyadi Nyanyi 'Tersesat', Lagu Ciptaannya yang Dipopulerkan Charly Van Houten / Foto: Instagram
Jakarta -

Perayaan ulang tahun ke-55 Dedi Mulyadi tak hanya diwarnai kemeriahan, tetapi juga momen yang begitu emosional dan membekas.

Di tengah rangkaian acara budaya dan sosial di kediamannya di Lembur Pakuan, suasana tiba-tiba berubah haru saat sang gubernur naik ke panggung bersama Charly Van Houten.

Di hadapan para tamu undangan, keduanya menyanyikan lagu Tersesat. Bukan sekadar duet biasa, momen itu berubah menjadi luapan perasaan yang sulit dibendung.

Dedi dan Charly terlihat saling berangkulan, larut dalam lirik, hingga akhirnya sama-sama tak kuasa menahan air mata.

Advertisement

Perasaan yang selama ini mungkin tersimpan, seolah tumpah dalam satu lagu.

"Dia ini konsisten harmonis dengan keluarga, kalau saya mah bubar," curhat Dedi Mulyadi.

Ucapan itu terdengar sederhana, tetapi menyiratkan refleksi pribadi yang dalam di usia barunya.

Di sisi lain, Charly juga menyampaikan doa tulus untuk sahabat yang telah ia kenal begitu lama.

"Semoga sehat, jadi pemimpin Jawa Barat yang dibanggakan. Pokoknya panjang umur dan sehat selalu," ujar Charly.

Kedekatan keduanya ternyata bukan hubungan yang singkat. Charly mengungkapkan bahwa Dedi sudah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya selama lebih dari 15 tahun.

Bahkan, lagu yang mereka nyanyikan malam itu memiliki makna khusus dalam perjalanan tersebut.

"Tersesat adalah salah satu karya lagu @dedimulyadi71 yg juga menjadi saksi perjalanan 15 tahun lebih saya menemani perjalanannya sampai saat ini," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa hubungan mereka tidak dibangun karena jabatan, melainkan karena rasa yang tulus.

"Bukan karna beliau bupati dan bukan karna beliau sekarang seorang gubernur tapi semua karna cinta yg murni. Selamat panjang umur Kang gubernur, selama dan doaku selalu," lanjutnya.

[Gambas:Instagram]

Di balik panggung perayaan yang meriah, momen ini justru memperlihatkan sisi lain seorang pemimpin: rapuh, jujur, dan manusiawi.

Tangisan itu bukan sekadar emosi sesaat, tetapi cerminan perjalanan panjang, persahabatan, dan rasa syukur yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata biasa.

(ikh/ikh)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement