Advertisement

Doja Cat Jadi Sorotan usai Ungkap Alasan Menolak Main Game Roblox

Insertlive | Insertlive
Lirik Lagu Jealous Type - Doja Cat
Doja Cat Jadi Sorotan usai Ungkap Alasan Menolak Main Game Roblox / Foto: Instagram
Jakarta -

Momen santai di live streaming malah berubah jadi perdebatan panas. Doja Cat mendadak viral setelah dengan tegas menolak ajakan fans untuk bermain Roblox saat siaran di Twitch.

Alih-alih sekadar menolak, pernyataan Doja Cat justru memicu reaksi beragam karena dianggap cukup blak-blakan-bahkan kontroversial.

Saat sedang live bermain Fortnite, Doja Cat merespons permintaan fans yang ingin melihatnya mencoba Roblox.

"Orang-orang menyuruhku main Roblox. Minggir sana. Aku wanita berusia 30 tahun," ujarnya.

Advertisement

Ia juga sempat menyinggung salah satu mode populer di Roblox, Dress To Impress, namun tetap menegaskan bahwa game tersebut bukan untuknya.

"Aku mengerti orang suka itu... tapi kalian tahu siapa yang sangat menyukai Roblox? Anak-anak kecil," lanjutnya.

Pernyataan itu langsung ramai dibahas, apalagi karena disampaikan di siaran dengan batasan usia 18+.

Situasi makin panas saat Doja Cat menambahkan pernyataan yang jauh lebih sensitif.

"Tahukah kalian siapa lagi yang menyukai Roblox? Para pedofil," ucapnya.

Ia kemudian menutup dengan penegasan bahwa dirinya tidak akan bermain Roblox, bahkan mungkin selamanya.

Pernyataan ini langsung viral di media sosial, ditonton ratusan ribu hingga jutaan kali, sekaligus memicu perdebatan antara yang mendukung dan yang mengkritik.

Komentar Doja Cat muncul di tengah kekhawatiran global soal keamanan anak di platform game online seperti Roblox.

Beberapa kasus hukum dan gugatan terhadap Roblox Corporation sebelumnya memang menyoroti potensi risiko interaksi tidak aman di dalam game, terutama bagi pengguna usia muda.

Meski pihak platform telah menghadirkan fitur seperti verifikasi usia, sebagian pihak masih meragukan efektivitasnya, terutama di era teknologi AI yang makin canggih.

RobloxRoblox/ Foto: Roblox

Di satu sisi, Doja Cat hanya menyampaikan preferensi pribadi bahwa ia merasa Roblox bukan untuk dirinya. Namun di sisi lain, cara penyampaiannya dianggap terlalu generalisasi dan sensitif.

Inilah yang membuat pernyataannya jadi viral, bukan sekadar nolak main game tersebut, tapi menyentuh isu yang lebih luas-tentang usia, komunitas, dan keamanan digital.

Kontroversi ini menunjukkan satu hal yakni di era digital, satu kalimat di live streaming bisa langsung jadi bahan perdebatan global.

Sementara dalam kasus Doja Cat, pernyataan spontan justru berubah jadi diskusi serius tentang dunia game online dan batasannya.

(ikh/ikh)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement