Advertisement

Meisya Siregar Jelaskan Idiophatic Thrombocytopenic Purpura (ITP) yang Diderita Putranya

Insertlive | Insertlive
Meisya Siregar Ceritakan Sang Anak Ternyata Mengidap Autoimun ITP
Meisya Siregar Jelaskan Idiophatic Thrombocytopenic Purpura (ITP) yang Diderita Putranya / Foto: Instagram @meisya_siregar
Jakarta -

Kabar mengejutkan datang dari keluarga Meisya Siregar. Di balik keseharian anaknya yang aktif dan terlihat sehat, ternyata tersimpan kondisi medis serius yang sebelumnya tak pernah mereka bayangkan.

Lewat unggahan Instagram pada Senin (13/4), Meisya membagikan cerita penuh emosi tentang diagnosis yang diterima sang anak, Bambang.

Ia mengaku tak menyangka, anak yang sejak kecil tumbuh aktif, gemar bermain ekstrem, dan memiliki pola hidup sehat, justru harus menghadapi penyakit autoimun langka.

"Selalu ada hikmah dari setiap ketentuan Allah, mungkin kami terlalu takabur, menganggap anak kita sehat. Aktif, dr kecil Bambang tumbuh jd anak yg senengnya manjat pohon, loncat, atraksi bahaya, vaksin lengkap, makan ga milih2, seneng buah , sayur. paling parah cm Alergi batpil ISPA yg come n go Kali ini Allah kasih hadiah penyakit serius yg ga pernah kita denger sebelumnya 🥺ITP," tulis Meisya.

Advertisement

Apa Itu ITP?

Meisya kemudian menjelaskan kondisi yang diderita anaknya, yakni Idiopathic Thrombocytopenic Purpura atau ITP, sebuah penyakit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh.

"Apa itu ITP ? yuk kenalan. Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (sering disebut juga Immune Thrombocytopenia). Ini adalah kelainan autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang trombosit, mengakibatkan jumlah keping darah rendah sehingga tubuh mudah memar atau berdarah," tulisnya.

Ia juga menambahkan bahwa dulu penyebab penyakit ini dianggap tidak diketahui, namun kini diketahui berkaitan dengan kesalahan sistem imun dalam tubuh.

"Penyebab awalnya dianggap tidak diketahui (idiopathic), namun kini diketahui melibatkan sistem imun (immune yg error, lebay bereaksi, menganggap yg baik adalah musuhnya)" ujarnya.

[Gambas:Instagram]

Kronologi Awal Munculnya Gejala

Meisya memaparkan bahwa kondisi ini bermula dari gejala yang tampak seperti sakit biasa. Namun, situasi berubah ketika muncul tanda-tanda yang tak wajar pada tubuh Bambang.

"Awal mula kisah ini, Bambang batpil tp slam nya makin banyak, dan mulai keluar lendir dari mata. cek thorax bersih, namun hasil rontgen di nyatakan Sinus Cronic (genetik dari papa 🙁). jalanin 5 hari pengobatan (antibiotic, anti radang ,pengencer dahak, cuci hidung, Vit D).3 hari setelah selesai, Bambang Bola dan ditemukan lah memar di lutut dan hari kedua muncul di seluruh badan lebih banyak lagi memarnya, tanpa demam, tanpa perubahan perilaku. tanpa sakit 😩," katanya.

Tanpa adanya demam atau perubahan perilaku, kemunculan memar di seluruh tubuh menjadi tanda yang akhirnya mengarah pada diagnosis serius tersebut.

Harapan dan Doa untuk Kesembuhan

Di akhir ceritanya, Meisya mengambil pelajaran besar dari ujian yang dialami keluarganya. Ia berharap kondisi ini hanya bersifat sementara dan tidak menjadi penyakit jangka panjang bagi anaknya.

"Lesson Learned, Allah pengen kita lebih baik lagi menjaga titipanNYA. lebih bnyk mendekat lagi sm Allah 🥺 doain, semoga ini hanya akut yg ga dibawa Bambang seumur hidupnya, masih ada pengobatan lanjutan, sampe nilai trombosit Bambang stabil terus, nanti aku update2 lagi yaaah. Terimakasih untuk semua doa & semangatnya," tutupnya.

Kisah ini jadi pengingat bahwa kondisi serius bisa datang tanpa tanda yang jelas. Bahkan pada anak yang terlihat sehat sekalipun, penting untuk tetap peka terhadap perubahan sekecil apa pun pada tubuh.

(ikh/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement