Selena Gomez Sempat Salah Diagnosa Kondisi Bipolar, Ungkap Dukungan Benny Blanco
Perjalanan kesehatan mental Selena Gomez ternyata tidak sesederhana yang terlihat dari luar.
Di balik karier gemilangnya, ia harus melewati proses panjang dan penuh kebingungan sebelum akhirnya memahami kondisi yang sebenarnya ia alami.
Dalam sebuah podcast Friends Keep Secrets, Selena membuka sisi paling personal dalam hidupnya.
Ia mengungkap bahwa sebelum didiagnosis mengalami Bipolar disorder, dirinya sempat mengalami salah diagnosa yang membuat proses pencarian jawaban jadi semakin rumit.
"Saya tahu ada yang salah, tapi sempat salah didiagnosis. Orang-orang hanya berasumsi, dan saya mencoba banyak terapis," ujarnya jujur, Rabu (1/4).
Pengakuan ini memperlihatkan bahwa perjalanan menuju diagnosis yang tepat bukanlah hal instan.
Selena harus melalui berbagai konsultasi dengan banyak profesional, bahkan menjalani perawatan di beberapa pusat rehabilitasi.
Ia mengungkap pengalaman tersebut justru menjadi bagian penting dalam memahami dirinya.
"Saya bersyukur pernah ke empat tempat berbeda karena semuanya membantu saya memahami kondisi ini," katanya.
Menariknya, ketika akhirnya mendapatkan diagnosis bipolar pada 2020, Selena tidak merasa hancur-justru sebaliknya.
Diagnosis itu memberinya jawaban atas berbagai reaksi emosional yang selama ini sulit ia pahami.
Ia akhirnya mengerti mengapa dirinya merespons situasi dengan cara yang berbeda dibanding orang lain.
"Selama ini ada semacam stigma terhadap terapi atau karena tidak dipahami. Padahal mungkin itu bukan untuk semua orang. Buat saya, ini membantu mengerti kenapa saya bereaksi seperti itu," jelasnya.
Dalam perjalanan ini, dukungan dari sang pasangan, Benny Blanco, juga menjadi faktor penting.
Blanco bahkan turut membagikan pengalamannya saat mendampingi Selena melewati fase sulit, termasuk episode manik yang kerap datang tanpa disadari.
"Dia baru sadar setelah itu terjadi, bahkan kadang tidak ingat," ungkap Blanco.
Selena pun menegaskan bahwa memiliki pasangan yang memahami kondisi tanpa menghakimi adalah hal yang sangat membantu proses pemulihan.
"Sangat membantu punya pasangan yang bisa menemui kita di posisi kita," tambahnya.
Di akhir ceritanya, Selena menyampaikan pesan yang cukup dalam soal kesehatan mental. Ia menegaskan bahwa diagnosis bukanlah sesuatu yang mendefinisikan siapa diri seseorang.
"Kamu tidak ditentukan oleh sebuah istilah," tutupnya.
Kisah ini bukan hanya tentang perjuangan pribadi, tapi juga jadi pengingat bahwa memahami kesehatan mental butuh waktu, proses, dan lingkungan yang suportif-sesuatu yang sering kali masih disepelekan banyak orang.
(ikh/ikh)