Advertisement

Misteri Tewasnya Cucu Mpok Nori, Polisi Ungkap Kronologi Mencekam dan Rencana Pemeriksaan

Yogi Alfian | Insertlive
The dead woman's body. Focus on hand
Misteri Tewasnya Cucu Mpok Nori, Polisi Ungkap Kronologi Mencekam dan Rencana Pemeriksaan (Foto: Ilustrasi/Freepik)
Jakarta -

Kasus meninggalnya Dwintha Anggary, cucu dari pelawak senior Mpok Nori, masih terus didalami pihak kepolisian. Korban ditemukan tewas di rumah kontrakannya di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3) dini hari.

Polisi kini mengungkap sejumlah fakta baru, termasuk rencana memanggil keluarga korban untuk dimintai keterangan. Namun, pemeriksaan tersebut belum dilakukan karena keluarga masih dalam suasana duka.

"Sehingga nanti kami akan panggil keluarga untuk diperiksa. Kemarin sudah kami hubungi, keluarga korban yang menjadi saksi pada saat pertama datang TKP, ibu korban, pelapor, saudara korban, mereka memohon waktu karena masih dalam keadaan berduka," ujar Panit 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Fechy J Ataupah, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (23/3).

Dalam kasus ini, polisi menetapkan FD, pria asal Irak, sebagai terduga pelaku. Ia disebut sebagai mantan suami siri korban, meski status hubungan keduanya masih simpang siur.

Advertisement

" Kemarin kami dari pemeriksaan yang kami lakukan terhadap pelaku, dia mengatakan bahwa mereka masih suami istri. Namun ada versi juga dari keluarga korban yang mengatakan kalau mereka sudah berpisah," ungkap Fechy.

Polisi memastikan akan tetap memeriksa keluarga korban setelah kondisi mereka memungkinkan.

"Nanti kalau sudah bisa diambil keterangan pasti kami panggil untuk ambil keterangan," tambahnya.

Terkait jadwal pemeriksaan, polisi masih menunggu waktu yang tepat. Kemungkinan besar proses ini akan dilakukan setelah momen Lebaran.

"Nanti menunggu mungkin setelah selesai libur-libur Lebaran ini ya. Mudah-mudahan minggu ini bisa," kata Fechy.

Selain keluarga, polisi juga berencana memanggil seorang pria lain yang diduga memiliki hubungan dekat dengan korban.

"Kita panggil pasti," tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengungkap kronologi kejadian yang cukup mengejutkan. Saat itu, korban sempat bersama seseorang sebelum akhirnya ditinggal sendirian di kontrakan.

Tak lama kemudian, pelaku datang dan mengetuk pintu. Setelah masuk, terjadi pertengkaran antara keduanya.

"Karena korban melawan, dia panik, dia takut, diambil pisau terus disayat lehernya," jelas Fechy.

Dalam proses pemeriksaan, pelaku diketahui tidak menggunakan bahasa Indonesia. Polisi pun harus menghadirkan penerjemah.

"Selama pemeriksaan, tersangka ini cuma menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Jadi kami menggunakan penerjemah dan juga didampingi lawyer," ungkapnya.

Karena pelaku merupakan warga negara asing, polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk memastikan statusnya di Indonesia.

"Dia punya paspor. Makanya karena itu nanti kita pasti koordinasi dulu dengan Imigrasi. Untuk statusnya itu benar-benar sah masuk Indonesia atau tidak, nanti setelah kita koordinasikan," ujar Fechy.

Hingga saat ini, polisi masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengungkap secara jelas motif di balik kasus tragis ini.

(yoa/yoa)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement