Advertisement

Heboh Unggahan Story Alyne Maarif soal Komunikasi dengan Anak Dibatasi Eks Suami

Insertlive | Insertlive
Alyne Maarif
Heboh Unggahan Story Alyne Maarif soal Komunikasi dengan Anak Dibatasi Eks Suami / Foto: INstagram
Jakarta -

Nama Alyne Maarif kembali menjadi perhatian publik usai ia mengunggah tangkapan layar percakapan antara dirinya dengan sang buah hati, Niloufer Bahalwan, di media sosial.

Dalam unggahannya itu, terlihat Niloufer memberi kabar bahwa ia masih berada di luar rumah, sekitar pukul 22.30 WIB. Tentu saja hal tersebut membuat Alyne merasa khawatir.

Alyne memang dikenal sangat disiplin soal masalah waktu. Bahkan, wanita yang berprofesi sebagai penyanyi dan produser itu beberapa kali membawa pulang anaknya dari lokasi syuting jika sudah terlalu malam.

Dalam tangkapan layar percakapan yang diunggah Alyne, terlihat Niloufer mengabarkan ia sedang dalam perjalanan menuju rumah seseorang yang disebut 'tante'. Alyne kemudian meminta anaknya untuk segera pulang karena waktu sudah cukup larut.

Advertisement

Situasi menjadi tegang ketika Alyne mencoba menghubungi anaknya melalui telepon. Menurut Alyne, telepon tersebut kemudian diambil oleh pihak ayah sehingga komunikasi antara dirinya dan anak terhenti.

Alyne menilai kondisi tersebut sebagai pembatasan komunikasi antara ibu dan anak.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan anak-anak berada bersama siapa pun selama mereka dirawat dengan baik dan tidak dilibatkan dalam konflik orang dewasa.

Menurut Alyne, dinamika konflik antara dirinya dan pihak ayah bukanlah hal baru. Ia menyebut bahwa selama masa pernikahan hingga setelah perceraian, berbagai persoalan terkait pengasuhan anak kerap muncul dan berulang.

Alyne juga menyinggung pola yang menurutnya sering terjadi dalam berbagai keputusan yang berkaitan dengan anak-anak mereka. Beberapa keputusan yang pada awalnya disepakati bersama, dalam perjalanannya justru berubah menjadi sumber konflik.

Salah satu contoh yang disampaikan Alyne adalah keputusan Niloufer untuk vakum sementara dari dunia entertainment. Keputusan tersebut, menurutnya, terjadi di tengah situasi konflik yang cukup berat pada waktu itu.

Terkait hal tersebut, Alyne menyampaikan apresiasi kepada David Surwanto selaku eksekutif produser yang saat itu memahami kondisi yang terjadi. Niloufer pada saat itu masih berada dalam kontrak kerja, namun Alyne menjelaskan situasi yang sebenarnya kepada pihak produksi sehingga persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Alyne juga menjelaskan bahwa setiap proyek yang dijalani Niloufer pada dasarnya selalu melalui proses persetujuan bersama, baik dari pihak ayah maupun dari Niloufer sendiri. Namun menurutnya, beberapa keputusan tersebut kemudian dipersoalkan ketika konflik antara orang tua kembali muncul.

Menurut Alyne, banyak keputusan yang terlihat sebagai keputusan profesional di mata publik sebenarnya terjadi dalam situasi yang cukup kompleks di balik layar.

Dalam unggahannya, Alyne juga memperlihatkan sejumlah tangkapan layar percakapan dari pihak-pihak yang mengaku pernah mengenal mantan suaminya. Percakapan tersebut, menurut Alyne, menunjukkan pola perilaku yang ia anggap sejalan dengan pengalaman yang ia alami selama bertahun -tahun.

Alyne juga menyebut bahwa tekanan yang ia alami tidak hanya terjadi dalam bentuk konflik verbal, tetapi juga melalui beberapa tindakan yang menurutnya bersifat intimidatif, termasuk konfrontasi yang pernah terjadi di rumahnya bahkan di hadapan orang lain.

Situasi tersebut membuat Alyne merasa berada dalam posisi yang terus-menerus harus bertahan meskipun ia telah berusaha menjaga jarak dan menghindari konflik.

Karena itu Alyne akhirnya memutuskan untuk berbicara secara terbuka mengenai situasi yang ia alami.

Menurut Alyne, langkah ini bukan untuk memperpanjang konflik pribadi, melainkan sebagai upaya menghentikan pola yang menurutnya terus berulang dan berpotensi berdampak pada kondisi psikologis anak-anak.

Alyne juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap kemungkinan munculnya konflik loyalitas pada anak -anak, yaitu kondisi ketika anak merasa harus menyeimbangkan hubungan antara kedua orang tuanya di tengah konflik.

Ia menegaskan bahwa setiap anak membutuhkan emotional secure base, yaitu figur yang memberikan rasa aman secara emosional.

Selama ini, Alyne menyebut dirinya telah berupaya menempuh jalur prosedural dan institusional dalam menyikapi situasi tersebut. Ia juga sempat menunjukkan hasil asesmen psikologis serta surat rekomendasi dari LPAI dengan penanggung jawab Kak Seto. Namun menurut Alyne, rekomendasi tersebut tidak mendapat respons sebagaimana yang diharapkan.

Karena itu Alyne menilai bahwa berbicara secara terbuka menjadi langkah yang perlu diambil.

Apabila situasi ini terus berlanjut tanpa adanya penyelesaian yang jelas, Alyne menyatakan siap menempuh langkah hukum demi memastikan anak-anaknya dapat tumbuh dalam lingkungan yang stabil, aman, dan terbebas dari tekanan konflik orang dewasa.

Sekedaar informasi, ALyne Maarif dikenal melalui perannya sebagai Agil dalam film Keluarga Cemara 2. Tak hanya itu, ia juga sempat berperan sebagai Loly dalam sinetron Di Antara Dua Cinta.

(Insertlive)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement