Umma 'Nussa Rara' Disebut Terinspirasi dari Selingkuhan Founder, Ini Kata Eks Istri
Annisa Hadiyanti masih bersuara soal polemik perselingkuhan sang suami, Aditya Triantoro, founder Nussa Rara.
Sosoknya menjadi sorotan setelah nama Sabrina Farhana muncul dan menjadi sorotan tajam publik karena disebut sebagai selingkuhan sang suami.
Annisa menyudutkan Aditya soal konflik rumah tangganya dari masalah transparansi keuangan, royalti perusahaan, hingga masalah internal perselingkuhan.
Usai cerita Annisa ramai dibahas, warganet mencari jejak Sabrina Farhan yang diduga menjadi wanita selingkuhan Aditya sebelum akhirnya resmi menikah.
Spekulasi liar ini ditambah dengan pose Aditya bersama Sabrina dan dua anak perempuannya di sebuah ruangan bernuansa minimalis.
Anak perempuan yang mengenakan busana berbeda tersebut diketahui anak Sabrina dari pernikahan sebelumnya bersama Muchammad Riky A.W.
Sementara bayi yang digendong Aditya adalah anak Sabrina bersama founder Nussa Rara tersebut.
Terlepas dari polemik rumah tangga yang menyeret nama Sabrina, ia dikenal sebagai CEO serta Founder Mediarumu Digital Agency yang berbasis di Jakarta.
Mantan news anchor Metro TV tersebut memiliki pengalaman internasional seperti bekerja di Jepang serta di perusahaan asal Jerman.
Memiliki reputasi baik, Sabrina disebut teman dekat Najwa Shihab. Meski demikian, Sabrina sampai hari ini masih bungkam dan memilih membatasi kolom komentarnya.
Di lain hal, warganet mulai ramai mengomentar Sabrina dan Aditya di laman media sosial.
Sabrina bahkan dijuluki sebagai pelakor syariah.
"Aditoro & Sabrina Farhana. Padahal pelakornya syar'i banget. Udah gak percaya lagi sama yg syar'i². Inaroh juga syar'i," komentar akun @dev***.
"Sabrina Farhana yak wkwkkw banyak yg ga nyangka mana brandingnya adem ayem," sindir akun @mish***.
Annisa sendiri mengatakan bahwa isu perselingkuhan tersebut dilihat dari karakter Umma di kartun Nussa Rara yang ternyata terinspirasi dari visual Sabrina Farhana.
"Iya dia bilang selingkuhannya itu terinspirasi dia untuk bikin Umma," kata Annisa pada podcast Dilan Janiyar.
(dis)