Advertisement

Ditentang Ibu Pendeta, Aktor Peraih Oscar Pilih Mualaf Usai Nangis Masuk Masjid

InsertLive | Insertlive
mahershala ali
Ditentang Ibu Pendeta, Aktor Peraih Oscar Pilih Mualaf Usai Nangis Masuk Masjid/Foto: instagram/mahershalaali
Jakarta -

Ada banyak cerita spiritual saat seseorang memutuskan memeluk agama Islam. Keputusan ini tak sekadar perubahan identitas keagamaan tetapi juga soal perjalanan batin yang panjang dan penuh pertanyaan soal ketuhanan.

Dalam agama Islam sendiri, mualaf memiliki tempat yang istimewa. Al-Qur'an bahkan menyebut mereka sebagai salah satu golongan yang berhak menerima zakat, sebagaimana dijelaskan dalam Surah At-Taubah ayat 60.

Hal ini menunjukkan bahwa Islam memberi perhatian khusus kepada orang-orang yang baru memeluk agama tersebut agar mereka dapat beradaptasi secara spiritual maupun sosial.

Salah satu cerita menyentuh datang dari Mahershala Ali, aktor peraih Oscar yang dikenal melalui akting di film Moonlight dan Green Book.

Advertisement

Di balik kesuksesannya, Ali ternyata memiliki perjalanan spiritual yang menyentuh. Lahir dengan nama Mahershalalhashbaz Gilmore, Ali sejak kecil hidup di lingkungan Kristen.

Ibunya dan neneknya dikenal sebagai pendeta Baptis ternama. Meski tinggal di lingkungan Kristen, Ali remaja memiliki rasa sunyi di dalam hatinya.

Saat menempuh pascasarjana di New York University, Ali bertemu dengan Amatus yang beragama Islam. Saat libur Natal, Ali untuk pertama kali menginjakkan masjid bersama Amatus.

"Aku tak bisa menjelaskan secara logika tapi seperti ada koneksi yang menembus segalanya. Aku menangis tanpa henti di sana," kata Ali pada The Hollywood Reporter tahun 2017.

Seminggu kemudian, Ali kembali ke masjid dan masih menangis saat mendengar suara azan dan khotbah. Ali merasa ia menemukan rumahnya dan memutuskan untuk bersyahadat.

Keputusan Ali menjadi mualaf membuat sang ibu marah. Dengan sabar, Ali berusaha membangun hubungan sebagai toleransi beragama dalam keluarga.

"Ibuku seorang pendeta sementara aku Muslim. Dia tak langsung bahagia saat aku bilang aku masuk Islam 17 tahun yang lalu tapi saat ini, kami bisa saling melihat satu sama lain dengan hangat dan itu menjadi hal paling luar biasa," pungkasnya.

(dis/dis)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement