Pangeran Andrew Protes Diusir dari Royal Lodge: Saya Putra Ratu Elizabeth
Pangeran Andrew kembali menjadi perhatian publik setelah dilaporkan harus meninggalkan kediamannya di Royal Lodge, Windsor. Keputusan ini disebut sebagai langkah tegas dari Charles III untuk menjaga citra monarki Inggris dari berbagai kontroversi yang melekat pada sang adik.
Harus Angkat Kaki dari Royal Lodge
Andrew, putra kedua mendiang Elizabeth II, kini berusia 66 tahun. Ia sudah tinggal di Royal Lodge-rumah besar dengan sekitar 30 kamar di kawasan Windsor-selama puluhan tahun.
Namun, keputusan untuk memindahkannya disebut sudah tidak bisa diubah. Sejumlah sumber internal menyebut Andrew merespons dengan marah dan tidak percaya. Ia bahkan dikabarkan berulang kali berkata, "Tapi saya putra kedua Ratu," seolah menegaskan statusnya untuk mempertahankan tempat tinggal tersebut.
Meski belum ada pernyataan resmi dari pihaknya, proses pengosongan rumah tetap berjalan. Banyak pihak menilai ini sebagai tanda bahwa status kerajaan tidak lagi bisa menjadi perlindungan mutlak di tengah tekanan hukum dan sorotan publik.
Terseret Bayang-bayang Kasus Jeffrey Epstein
Relokasi ini tidak lepas dari kontroversi lama terkait hubungan Andrew dengan Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual yang meninggal di penjara Amerika Serikat pada 2019.
Hubungan tersebut memicu berbagai tuduhan serius, termasuk dugaan berbagi dokumen sensitif saat Andrew menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris. Isu ini kini masuk dalam penyelidikan hukum yang disebut berpotensi mengarah pada dakwaan pidana. Jika terbukti bersalah, ia bisa menghadapi hukuman berat.
Kasus yang melibatkan anggota senior keluarga kerajaan seperti ini tergolong jarang dalam sejarah monarki Inggris modern.
Dipindahkan ke Sandringham
Setelah keluar dari Windsor, Andrew dipindahkan ke Sandringham Estate di Norfolk. Ia sempat tinggal di Wood Farm sebagai tempat sementara. Selanjutnya, ia direncanakan menetap di Marsh Farm, properti lain di kawasan tersebut yang berada di bawah kepemilikan Raja Charles III.
Perpindahan ini menunjukkan perubahan besar dalam kehidupannya. Pada 2025, gelar serta tugas-tugas publik Andrew juga sudah resmi dicabut. Hal ini semakin memperjelas jaraknya dari institusi kerajaan.
Sikap Tegas Raja Charles III
Dalam pernyataannya, Raja Charles III menyampaikan "keprihatinan mendalam" atas situasi tersebut. Ia juga menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan dan monarki akan bekerja sama penuh dengan pihak berwenang.
Di sisi lain, parlemen Inggris dikabarkan sedang membahas kemungkinan langkah konstitusional untuk menghapus Andrew dari garis suksesi. Jika hal itu terjadi, langkah tersebut akan menjadi peristiwa yang belum pernah terjadi dalam sejarah kerajaan modern.
Gambaran Perubahan di Tubuh Monarki
Kisah Andrew menjadi gambaran perubahan besar dalam cara monarki Inggris menghadapi krisis internal. Dari sosok anggota senior kerajaan dengan berbagai fasilitas dan hak istimewa, kini ia harus menghadapi tekanan hukum, kehilangan tempat tinggal mewah, bahkan terancam tersingkir dari garis suksesi.
Peristiwa ini menjadi bagian penting dalam masa kepemimpinan Raja Charles III, di mana reputasi institusi kerajaan tampaknya ditempatkan di atas kepentingan pribadi keluarga.
(yoa/and)