Advertisement

15 Tahun Lalu Masih Bisa Salto, Willy Dozan Kini Sadar Diri Tak Lagi Muda

Insertlive | Insertlive
Willy Dozan Kompak Makan Sushi dan Shabu-shabu Bareng Leon Dozan
15 Tahun Lalu Masih Bisa Salto, Willy Dozan Kini Sadar Diri Tak Lagi Muda / Foto: Instagram willydozan777
Jakarta -

Aktor senior sekaligus ikon film laga era 1980-an, Willy Dozan, buka suara soal kondisi kesehatannya di usia yang tak lagi muda.

Menjelang ulang tahunnya yang ke-69, Willy mengakui bahwa kemampuan fisiknya sudah jauh berbeda dibanding masa kejayaannya dulu.

Dengan nada santai namun jujur, Willy menyadari bahwa usia membawa perubahan yang tak bisa dihindari. Ia bahkan menyinggung soal kemampuan akrobatik yang kini tinggal kenangan.

"15 tahun lalu masih bisa salto, sekarang udah nggak, harus tau diri, itu aja," kata Willy.

Advertisement

Kesadaran itu membuat Willy lebih realistis dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ia tak menampik adanya perubahan pada tubuhnya, termasuk kemungkinan pengapuran tulang, meski tidak pernah mendapat diagnosis medis khusus.

"Mungkin ada pengapuran seperti apa? Ya mungkin ada sedikit ya, karena udah 4 hari lagi udah 69 usia saya jauh di atas Ahmad Dhani."

Meski mengakui kemampuan fisiknya tak seperti dulu, Willy menegaskan dirinya masih aktif berolahraga. Namun, intensitas latihan jelas disesuaikan dengan kondisi tubuh.

"Cuma udah olahraga nggak seperti dulu ya, kita latihan paling kembangan silat aja biar masih, ya yang penting berkeringat."

Bagi Willy, silat bukan sekadar olahraga, tetapi sudah menjadi bagian dari hidup dan keluarga sejak kecil. Namun kini, ia memilih pendekatan yang lebih bijak.

"Kalau kita latihan silat dari kecil ya, emang keluarga ya cuma ya sekarang udah umur ya, tau diri aja lah."

Soal kesehatan, Willy mengaku masih bersyukur karena kondisinya relatif stabil. Ia rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan menjalani pola hidup yang lebih terkontrol.

"Masih sehat alhamdulillah, cek kesehatan ya 2 bulan sekali, nggak ada (diagnosa penyakit)," ungkapnya.

Selain olahraga ringan, Willy juga menjaga pola makan sesuai anjuran dokter. Ia memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta mengurangi makanan berminyak sejak lama.

"Pola makan, banyak makan sayuran buah-buahan itu saran dari dokter kan, saya jalankan, ya sehat," kata Willy.

"Udah sejak 10 tahun ini ya, gorengan udah dikurangin." sambungnya.

Meski begitu, ia tetap menikmati makanan tradisional yang disukainya.

"Tadi makanannya enak, erak leker tau bahasa Jawanya, erak leker," ungkapnya.

Untuk aktivitas fisik sehari-hari, Willy mengaku masih aktif bergerak di rumahnya yang terdiri dari tiga lantai. Naik-turun tangga beberapa kali saja sudah cukup membuatnya berkeringat.

"Saya di rumah kan 3 lantai jadi naik turun, naik turun 5 kali aja udah cukup, udah keringatan," ujarnya.

Saat bepergian keluar rumah, ia juga mulai membatasi diri, termasuk dalam hal menyetir.

"Kalau keluar-keluar sekarang kan juga, anak yang nyetir, jadi saya udah jarang ya, nyetir mobil ya pasti ditemenin anak," katanya.

Meski begitu, rutinitas olahraga pagi tetap Willy pertahankan hingga saat ini.

"Tiap pagi kita masih berangkot tiap pagi pasti 1 jam ya, masih olahraga," katanya.

Dari sisi pekerjaan, Willy mengakui jumlah job memang sudah dikurangi. Ia tak lagi mengambil proyek stripping panjang seperti dulu.

"Kalau dulu 2 tahun lalu masih stripping ya tapi sekarang udah nggak lah, serinya pendek-pendek aja," ungkap Willy.

"Terakhir syuting sama Nugi, sama Joe Project itu syuting cuma 8 hari." lanjutnya.

Kini, Willy justru menikmati waktu di rumah, terutama karena ia memiliki kebun yang luas dan menjadi aktivitas favoritnya.

"Demen di rumah karena rumah saya kan kebunnya gede jadi seneng berkebun."

Baginya, di usia sekarang, kebersamaan dengan keluarga jauh lebih penting dibanding bepergian jauh.

"Umur segini ya paling quality time, kumpul keluarga di mall makan," kata Willy.

"Kalau bepergian ke luar negeri udah males, saya mudanya udah traveling ke banyak negara itu udah bosen." sambungnya.

Sebagai legenda film laga, Willy juga menyoroti kondisi perfilman action Indonesia yang menurutnya kini tak seramai dulu. Ia menyebut era 1980-an sebagai masa keemasan film bela diri Tanah Air.

"Tahun 80-an tuh ada Barry Prima, Astin Bangun, Josh Rudi," ujar Willy.

"Sekarang makin nggak tau nih, film aja lebih seneng komedi, action hampir nggak ada," lanjutnya.

Meski begitu, Willy tetap optimistis genre action bisa kembali bangkit.

"Insyaallah mungkin 1-2 tahun lagi action akan tampil lagi," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa silat sangat layak dikenal dunia sebagai identitas Indonesia.

"Indonesia silat, jadi masing-masing bisa ditampilkan lah ya beladiri ini." ujar Willy.

"Silat itu olahraga positif, bisa olahraga, bisa membela diri," sambungnya.

Bagi Willy Dozan, meski usia terus bertambah, semangat untuk hidup sehat, aktif, dan menjaga warisan silat Indonesia tetap tak pernah pudar-hanya caranya saja yang kini lebih bijak.

(ikh)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement