Status Open to Work Jadi Kontroversi, Prilly Latuconsina Akui Salah dan Minta Maaf
Status Open to Work Jadi Kontroversi, Prilly Latuconsina Akui Salah dan Minta Maaf
Prilly Latuconsina meminta maaf secara terbuka melalui sebuah video yang ia unggah di media sosialnya.
Dalam video itu, Prilly mengaku menyadari bahwa sikapnya yang memasang status menggunakan fitur #OpenToWork di LinkedIn menjadi kontroversial.
Bingkai #OpenToWork di LinkedIn merupakan fitur untuk menandai bahwa pengguna sedang aktif mencari peluang kerja baru.
Tak lama usai status tersebut, Prilly mendapatkan lebih dari 30 ribu tawaran pekerjaan dari berbagai bidang.
Hal itu sontak membuat para pencari kerja merasa geram karena menilai Prilly kurang berempati di tengah sulitnya mencari lowongan pekerjaan.
Melalui media sosialnya, Prilly akhirnya buka suara dan meminta maaf karena menyadari betul apa yang ia lakukan telah menimbulkan dampak yang besar.
"Hai semuanya, aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian marah, kecewa, atau nggak nyaman, untuk itu aku ingin menyampaikan klarifikasi dengan iktikad baik sebagai bentuk tanggungjawabku dalam berkomunikasi," kata Prilly seperti dilihat dari Instagram miliknya, Selasa (3/2).
Oleh sebab itu, kekasih Omara Esteghlal ini menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan dan rasa tidak nyaman yang muncul.
"Pertama-tama aku minta maaf dengan tulus kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa nggak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan hal yang ingin aku ciptakan," sambungnya.
Prilly menegaskan bahwa sejak awal dirinya tidak memiliki niat untuk bersikap tidak sensitif atau tidak berempati terhadap kondisi yang tengah dialami banyak orang saat ini.
"Aku sadar posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak," tegasnya.
Tujuan Open To Work
Lebih lanjut, Prilly menjelaskan bahwa keputusannya terjun langsung ke dunia penjualan didasari oleh keinginannya untuk belajar.
Prilly menyebut bahwa naiatannya itu dimaksudkan sebagai ruang kolaborasi lintas industri dan upaya memperluas jejaring profesional, khususnya di bidang-bidang yang belum pernah ia jajaki sebelumnya.
"Terkait penggunaan fitur #OpenToWork aku ingin menggunakan sebagai ruang kolaborasi lintas industri dan memperluas jejaring profesional terutama di bidang, atau ruang yang sebelumnya belum pernah aku coba," ujarnya.
"Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapa pun, melainkan sebagai bagian dari proses belajarku dan upayaku untuk terus bertumbuh," bebernya.
(arm/agn)