Model Rusia Ini Muncul di Dokumen Epstein, Hidupnya Berakhir dengan Pilu
Dokumen baru terkait kasus Jeffrey Epstein kembali menyita perhatian publik. Dari ribuan halaman dokumen pengadilan yang dibuka, muncul kisah tragis seorang model Rusia bernama Ruslana Korshunova, yang diduga menjadi salah satu korban dalam jaringan perdagangan seks Epstein.
Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Ruslana Korshunova pernah menaiki jet pribadi Epstein pada 7 Juni 2006, saat usianya masih 18 tahun. Ia terbang bersama Epstein dan beberapa orang lain menuju sebuah pulau pribadi milik Epstein di Kepulauan Virgin Amerika Serikat.
Pesawat yang dikenal dengan julukan "Lolita Express" itu mendarat di pulau yang kemudian diketahui sebagai lokasi Epstein melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Perjalanan Ruslana ke pulau tersebut terjadi hanya beberapa minggu sebelum Epstein ditangkap untuk pertama kalinya atas kasus kejahatan seksual.
Berdasarkan dokumen pengadilan yang baru dibuka, Ruslana tidak sendirian dalam perjalanan itu. Ia bepergian bersama beberapa orang lain, termasuk seorang perempuan bernama Stephanie Tidwell dan seorang mantan petarung UFC. Namun, dokumen tersebut tidak menjelaskan apa yang terjadi pada mereka setelah tiba di pulau itu.
Ruslana Korshunova dikenal luas di dunia fashion internasional. Ia dijuluki "Russian Rapunzel" karena rambutnya yang sangat panjang. Kariernya terbilang gemilang karena pernah bekerja sama dengan rumah mode besar seperti Marc Jacobs, DKNY, dan Vera Wang. Banyak pihak menilai Ruslana sebagai model muda yang sangat menjanjikan.
Namun, hidup Ruslana berakhir secara tragis. Pada 28 Juni 2008, ia meninggal dunia setelah terjatuh dari balkon apartemennya di lantai sembilan di New York City. Saat itu, usianya baru 20 tahun.
Setelah kematiannya, mantan kekasih Ruslana mengungkapkan bahwa sang model sempat mengalami masalah emosional. Kepada The New York Post, ia mengatakan Ruslana menghadapi banyak tekanan yang sering ia pendam sendiri. Ia juga disebut mengalami penurunan berat badan drastis dan kesulitan menyeimbangkan kehidupan pribadi dengan pekerjaannya.
Sebelum meninggal, Ruslana juga sempat meninggalkan pesan-pesan yang menunjukkan adanya masalah dalam hubungan asmaranya. Ia mengaku merindukan keluarga dan kampung halamannya. Kepada manajernya, Ruslana bahkan mengatakan bahwa ia tidak tahu harus berbuat apa dengan hidupnya.
"Saya pikir dia sudah menyerah," ujar mantan kekasihnya kepada The New York Post.
Dokumen yang memuat nama Ruslana Korshunova ini merupakan bagian dari gugatan perdata besar terkait jaringan Jeffrey Epstein yang dibuka ke publik. Epstein sendiri divonis bersalah pada 2008 dan meninggal dunia pada 2019 saat menjalani masa penahanan.
Kisah Ruslana menjadi salah satu cerita paling memilukan yang kembali terungkap dari kasus Epstein, sekaligus mengingatkan dunia akan dampak panjang dari kejahatan tersebut terhadap para korbannya.
(yoa/and)